April 14, 2009 pukul 3:24 am | Ditulis dalam Info | Tinggalkan komentar
Kaitkata: Dukungan Orang tua
Orangtua harus paham dan sepakat bahwa semua balita mempunyai potensi dan kemampuan yang luar biasa. Ibu dan bapak harus yakin bahwa balita bisa belajar semua hal jika kita memberikan kesempatan baginya untuk belajar. Tentu saja dengan memberikan stimulus. Artinya, sebagai orangtua kita harus cukup pintar untuk mengajari buah hati kita dengan benar. Cinta, perhatian, pelukan merupakan kebutuhan riil pertama buah hati Anda.
Cinta dan kasih sayang Anda yang tak terbatas memperkuat penghargaan diri dan meningkatkan perkembangan sirkuit otak bayi. Peluk dan belailah buah hati Anda sesering mungkin dan juga bicara dengan lembut sesering mungkin karena suara Anda adalah suara favoritnya. Pengalaman dan stimulasi yang diterima pada tahun pertama kehiduapn akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari
Bayi yang mendapat stimulasi secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan memberikan lingkungan yang kaya dengan berbagai stimulus diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan meningkatkan kemampuan yang secara potensial ada dalam diri seorang bayi.
April 14, 2009 pukul 3:17 am | Ditulis dalam Info | Tinggalkan komentar
Kaitkata: BELAJA MEMBACA SEDINI MUNGKIN
Karena balita senang belajar apa saja, ia pun akan senang belajar membaca. Belajar membaca pada bayi menstimulasi perkembangan visualisasinya. Perlu Ibu Bapak pahami bahwa yang diartikan belajar membaca pada bayi adalah menstimulasi indera visualisasinya. Bukankan sampai berusia 12 bulan, buah hati Anda hanya mengeluarkan bunyi-bunyian? Ketika Anda akan mengajari bayi Anda yang baru lahir membaca maka intinya adalah menstimulasi penglihatan atau visual stimulation.
Begitu lahir seorang bayi hanya bisa melihat terang dan gelap. Bayi yang baru lahir belum bisa melihat suatu bentuk. Dalam jam-jam pertama kehidupannya, dia mulai bisa melihat secara samar suatu bentuk dalam periode yang singkat. Pada masa ini orangtua sangat berperan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan bayi dengan berbagai stimulasi. Semisal memperlihatkan benda-benda dengan warna-warni yang menyolok.
Untuk menstimulasi penglihatan ini, orangtua bisa memperlihatkan bentuk kata-kata pada bayi dengan huruf-huruf besar. Dengan stimulasi yang terus-menerus bayi Anda akan terstimulasi untuk mengembangkan kemampuan melihat secara detil. Kemampuan ini adalah hasil stimulasi dan kesempatan bukan masalah genetika.
Ketika Anda memperlihatkan karton yang berisikan kata-kata tunggal dengan huruf-huruf besar, Anda sebenarnya sedang menumbuhkan daya penglihatannya. Stimulasi visual memiliki banyak keuntungan, antara lain meningkatkan keingintahuan, konsentrasi, dan kemampuan memperhatikan objek tertentu.
April 14, 2009 pukul 3:11 am | Ditulis dalam Artikel | Tinggalkan komentar
Kaitkata: CARA BELAJAR ANAK, GLENDOMAN
Mengapa kita tidak memulai mengajar anak membaca sejak dini? Mengapa anak tidak mulai belajar setelah ia dilahirkan? Ada banyak alasan yang mendukung mengapa sebetulnya program pembelajaran bisa dilakukan sedini mungkin, bahkan bukan mustahil dilakukan oleh bayi baru lahir sekalipun. Saat anak berusia 6 tahun, proses pertumbuhan otaknya bisa dikatakan sudah sempurna.Pendek kata, tiada hari tanpa belajar! Dan balita itu sangat senang belajar.
Salah satunya adalah karena masa ini merupakan periode Brain Growth Spurt. Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Pusat kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah terjadinya proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma (konseptsi). Dalam perkembangan otak ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt) yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat. Periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika bayi masih dalam kandungan ibu (memasuki trimester ketiga). Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah si kecil lahir hingga ia berusia 36 bulan.
Proses pertumbuhan otak berjalan sesuai dengan pertumbuhan badan. Ketika seorang anak berusia 5 tahun, pertumbuhan otaknya sudah 80% sempurna.
Brain growth spurt ini bisa optimal bila didukung oleh nutrisi tepat. Saat janin di kandungan, tentu asupan gizi sang ibu sangat menentukan. Kemudian pada awal tumbuh kembang bayi, pemenuhan nutrisi dilakukan melalui pemberian ASI eksklusif, sejak hari pertamanya hingga usia 6 bulan. Dilanjutkan dengan MPASI. Selain nutrisi, juga membutuhkan rangsangan berupa stimulasi.
Nah, memberikan stimulasi dini kepada bayi berarti merangsang otak melalui kelima indera yang dimiliki: penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan dan penciuman.
Dari segi perkembangan organisasi dan fungsi otak, stimulasi dini dapat mempercepat semua aspek perkembangan anak sehingga dapat meningkatkan potensi otak anak. Ingat ya Bu-Pak, pada dua tahun pertama kehidupan anak terjadi pertumbuhan sel-sel otak yang sangat cepat. Jadi, jangan sampai orangtua kehilangan kesempatan emas bagi sang buah hati. Ajari buah hati Anda, beri “pendidikan” sedini mungkin sehingga sel-sel otak dapat berkembang secara optimal. Tentu saja nangan mengartikan pendidikan sebagai sekolah formal. Pendidikan disini adalah segala aspek proses belajar anak.
Kita tahu, sejak si kecil dilahirkan, tak ada hari tanpa belajar. Begitu ia dilahirkan ke dunia, ia belajar mengisap putting ibunya untuk memperoleh ASI pertamanya. Ia belajar mengenal suara ibunya dan lingkungannya. Ia belajar merespons bila diajak bicara. Ia menjelajah “dunianya” dengan berguling, merangkak, kemudian berjalan.
Maret 24, 2009 pukul 9:58 am | Ditulis dalam Info, Kesehatan | Tinggalkan komentar
Kaitkata: Aktifitas Fisik, Diet Seimbang, Kanker, Mencegah Kanker
Hari Minggu, 15 Maret 2009, Menkes Dr. dr. Siti Fadillah Supari, Sp. JP(K) membuka sepeda gembiara (fun bike) untuk anak-anak usia sekolah (SD, SMP, dan SMA) dan undangan lain berjumlah 1000 orang. Kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2009 dengan tema “Ayo aktif bergerak, bermain dan makan makanan bergizi untuk cegah kanker”. Sepeda gembira dimulai dari halaman Depkes Jl. HR Rasuna Said Kuningan – Jakarta – Jl. Prof Satrio – Mega Kuningan – Jl. Denpasar dan kembali ke Depkes.
Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Februari. Sebelumnya, pada tanggal 18 Februari 2009 dilaksanakan juga seminar untuk anak-anak SD dan SMP untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat untuk mencegah kanker di Aula Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan – Jakarta.
Peringatan Hari Kanker Sedunia dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat seluruh dunia untuk melakukan berbagai upaya pengendalian kanker, untuk meminimalisasi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker di seluruh dunia yang semakin meningkat.
Menkes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI menyatakan, kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor risiko, seperti merokok, diet yang tidak sehat, faktor lingkungan, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stress.
Berdasarkan estimasi WHO, faktor obesitas dan kurang aktivitas fisik menyumbangkan 30% risiko terjadinya penyakit kanker. Saat ini, 1,6 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami berat badan berlebih (overweight), dan sekurang-kurangnya 400 juta diantaranya mengalami obesitas. Pada tahun 2015, 2,3 miliar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta di antaranya obesitas.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia ≥ 15 tahun adalah 19,1%, dengan prevalensi pada laki-laki 13,9%, sedangkan pada perempuan 23,8% serta prevalensi obesitas berdasarkan IMT (10,3%). Sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak-anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%, yang hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-17 tahun.
Menkes mengatakan bahwa, Indonesia, berdasarkan SKRT tahun 2001 penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor 5 di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler, infeksi pernafasan dan pencernaan. Dengan peningkatan kasus kematian penyakit kanker dari 3,4 % pada tahun 1980 menjadi 6 % pada tahun 2001. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi tumor di Indonesia dalah 4,3 per 1000 penduduk, dan kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan Diabetes Melitus, ujar Menkes.
Menkes menyatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2006, kanker terbanyak pada pasien rawat inap adalah kanker payudara (19,64%), disusul kanker leher rahim (11,07%), kanker hati dan saluran empedu intrahepatik (8,12%), Limfoma non Hodgkin (6,77%), dan Leukemia (5,93%). Leukemia merupakan kanker yang sering terjadi pada anak.
Sementara itu berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2005, kanker pada anak usia 0-17 tahun terbanyak adalah leukemia (33,7%), neuroblastoma (7%), retinoblastoma (5,3%), osteosarcoma (4,8%), dan Lyphoma Non Hodgkin (4,8%). Kanker pada anak merupakan 4,9% dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5%) daripada perempuan (46,5%), kata Menkes.
Upaya pengendalian penyakit kanker di Indonesia telah banyak dilaksanakan oleh Depkes dan pihak-pihak lain di luar pemerintah, seperti Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP), Proyek Female Cancer Control (FcP), Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (YKAKI), dan lain-lain.
Sumber : http://www.depkes.go.id
Januari 5, 2009 pukul 10:03 am | Ditulis dalam Kesehatan | Tinggalkan komentar
Hindari Menu Makanan yang Buruk !
Semua orang berpacu dengan waktu mengejar target dan harapan yang telah ditentukan. Maka sebagian BESAR orang, melupakan dan melalaikan tentang pentingnya masalah Menu Makanan yang baik, mereka hanya mementingkan target, harapan serta ambisi mereka saja.
Sedangkan Menu Makanan tidak tidak terpikirkan lagi, yang penting bagi mereka adalah MAKAN yang ENAK dan CEPAT !
Salah satu dampak yang terlihat jelas adalah Menu Makanan.
Maka Pengetahuan tentang Menu Makanan menjadi sangat penting karena dengan demikian kita akan mengetahui apa yang sebenarnya kita berikan untuk tubuh kita.
Untuk mendapatkan Menu makanan yang Sehat kita harus mengurangi Kadar Lemak Jenuh dalam semua menu makanan kita dan harus berusaha menyingkirkan dan menghindarinya semampu kita.
1. Membuang semua Lemak yang Kelihatan dan Tidak Kelihatan.
2. Mengurangi semua Makanan berlemak.
3. Mengurangi jumlah Lemak Jenuh (Lemak Hewani) dalam makanan.
4. Mengurangi Makanan yang berkolesterol.
Meningkatkan Makanan SEHAT !
Kemakmuran meningkat, gaya hidup juga meningkat mengikutinya, tetapi apakah Keadaan Kondisi Kesehatan kita meningkat juga ?
Untuk mengimbangi masuknya Lemak Jenuh (Omega 6) dari Menu Makanan kita dan juga meningkatnya produksi Kolesterol Jahat (LDL) yang diproduksi dalam hati (liver) yang disebabkan Stress maupun Depresi karena Tekanan Keadaan yang mempengaruhi kita pada jaman ini, maka harus meningkatkan konsumsi Menu Makanan Sehat, sebagai berikut :
1. Meningkatkan Jumlah Lemak tidak Jenuh Ganda dalam Menu Makanan.
2. Meningkatkan Jumlah Menu Makanan berserat Tinggi.
3. Meningkatkan konsumsi Sayuran dan Buah-buahan berserat tinggi.
Olahraga secara teratur
Melakukan aktifitas fisik atau berolahraga secara teratur untuk dapat meningkatkan metabolisme tubuh secara menyeluruh, maka pembakaran Lemak dan kolesterol juga meningkatkan serta memperlancarkan peredaran dan sirkulasi darah pada seluruh tubuh kita dan juga penting sekali untuk latihan untuk otot-otot pada jaringan jantung kita.
Keberhasilan yang dicapai dari olahraga bergantung sesuai dengan kadar kegiatan olahraga dan keteraturannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing pribadi.
Hindari kehidupan yang STRESS
Kemakmuran meningkat, Gaya Hidup juga mengikutnya. Dengan harapan tindakan untuk menjaga & memperbaiki kondisi Kesehatan kita juga meningkat juga ? Karena mereka umumnya tidak memperhatikan kemampuan mereka, maka umumnya masyarakat akan mengalami Stress yang tinggi karena desakan cita-cita, target, ambisi maupun idealisme yang tinggi pula.
Apakah kita mempunyai kemampuan untuk itu ?
Apakah kita bersabar untuk menerima keadaan ?
Bagaimana kita nanti ? Keluarga ? Isteri ? Anak-anak ?
Stress telah menyerang tanpa disadari oleh yang mengalaminya, Stress mempengaruhi dan meningkatkan hormon stress dalam tubuh yang berakibat naiknya tekanan darah dan pada umum stress mendorong kegiatan yang merugikan dan merusak, seperti minum minuman keras, merokok, bergaul secara bebas, narkotik dan lain-lain.
Akibat stress juga mengakibatkan peningkatan produksi Kolesterol Jahat (LDL) yang diproduksi oleh hati (liver) yang dapat mengakibatkan meningkatnya resiko penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah (Arteriosklerosis). Maka hindari Stress untuk menghindari dampak buruk yang lebih banyak dan komplek dengan beristirahat, berlibur dan bertamasya.
Januari 4, 2009 pukul 10:05 am | Ditulis dalam Artikel, Masalah Anak | 1 Komentar
Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.
Nama itu mengandung doa.
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Doa.Tetapi doanya yang singkat-singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira lagi bernazar atau berkomitmen sama Tuhan. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang “Amiinn..”
Nama jangan nyusahin orang Kelurahan
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel- dobel (mis. Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.Nah… nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi… dan prosesnya lama lagi.
Nama jangan cuma satu kata
Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh…. Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma 2 Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan kesiaan…
Nama jangan terlalu panjang
Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan… Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari…. adalah sangat-sangat not-recommended.
Nama anak bersifat internasional
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov misalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove… Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November…
Ketahuilah arti nama anak
Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.
Jangan pakai nama artis.
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik… lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.
Abjad huruf pertama nama anak.
Huruf pertama “A” pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah… Huruf depan Z… wah.. biasanya adanya dibawah…
Jangan sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya “adawww….” bukan “Oh my God..”
Desember 23, 2008 pukul 10:54 am | Ditulis dalam Info | Tinggalkan komentar

RSIA Kurnia telah mengalami kemajuan yang pesat dalam melayani pasien-pasiennya dengan di bangunnya gedung baru 3 lantai dengan fasilitas yang memadai. RSIA Kurnia cukup untuk menampung pasien yang ingin berobat baik rawat jalan maupun rawat inip.



